Selasa, 15 Mei 2012

laporan kimia (titrasi asam basa)


TITRASI ASAM BASA

A.     PELAKSANAAN PRAKTIKUM
Hari                 : Senin
Tanggal           : 28 Maret 2011
Tempat            : Laboratorium Kimia/ Biologi

B.      TUJUAN
Menentukan Kadar Larutan HCl Melalui titrasi dengan larutan standar NaOH.

C.      LANDASAN TEORI
TITRASI ASAM BASA
1.      Pengertian Titrasi Asam Basa
Titrasi atau Volumetri, yaitu suatu cara untuk menentukan kadar zat dalam larutan berdasarkan pengukuran volume.
Titrasi asam basa adalah penambahan suatu asam ke basa dengan penambahan volume atau molaritas zat yang belum diketahui. Prinsip yang dipakai :
-          Jika reaksinya diketahui,maka  :
Mol asam sebanding dengan mol basa
-          Jika tanpa reaksi                         ;
nA . VA . MA = nB . VB . MB
A= Asam , B= Basa
Pada saat mol asam sebanding dengan mol basa dikenal dengan nama titik  EKUIVALEN.
2.      Metode Titrasi
Istilah titrasi merujuk pada proses pengukuran volume larutan uji (larutan standar) yang diperlukan untuk mencapai titik kesetaraan. Reaksi kimia yang dapat berperan sebagai dasar untuk penetapan titrasi dikelompokkan dalam 4 jenis, yaitu titrasi asam-basa, redoks (reduksi oksidasi), pengendapan, dan pembentukan kompleks.
Dalam analisis titrasi, system konsentrasi yang digunakan adalah molaritas karena perhitungannya dalam analisis sangat sederhana dan paling sering digunakan dalam prosedur laboratorium.
Dalam metode titrasi asam-basa, larutan uji (larutan standar) di tambahkan sedikit demi sedikit (secara eksternal), biasanya dalam buret, dalam bentuk larutan yang konsentrasinya diketahui. Penambahan larutan standar ini diteruskan sampai telah di masukkan yang secara kimia setara dengan larutan yang diuji. Apabila telah mencapai kesetaraan maka dikatakan telah mencapai titik kesetaraan dari titrasi itu.
D.     ALAT dan BAHAN
-          Alat
1.      Labu Erlenmeyer
2.      Labu Ukur
3.      Gelas Kimia
4.      Corong
5.      Biuret

-          Bahan
1.      Larutan HCl
2.      Larutan NaOH
3.      Larutan Penolftalein


E.      CARA KERJA
1.      Mengambil 10 mL HCl dan memasukkan ke dalam Labu Erlenmeyer dengan menggunakan Labu ukur.
2.      Memasukkan 50 mL NaOH 0,1 M ke dalam Biuret dengan menggunakan gelas kimia melalui corong.
3.      Menambahkan beberapa tetes indicator PP ke dalam larutan HCl yang di taruh dalam labu Erlenmeyer pada bagian 1.
4.      Mentitrasi larutan HCl tersebut dan mencatat volume yang diperlukan sampai tejadi perubahan warna.
5.      Menghitung konsentrasi HCl dengan menggunakan Konsep mol.


F.       HASIL PENGAMATAN
NO
Kriteria
HCl
NaOH
Setelah Titrasi
1
Volume
10 mL
10 mL
20 mL
2
Molaritas
0,1 M
0,1 M
0,1 M
3
Warna
Bening
Bening
Merah Muda


G.     ANALISA DATA dan PERHITUNGAN
1.      Analisa Data
Volume HCl 10 ml dicampur dengan 10 tetes fenolftalein. Kemudian campuran dari larutan HCl dan fenolftalein dititrasi dengan larutan NaOH untuk menghasilkan warna merah muda. Dari 50 ml larutan NaOH hanya dibutuhkan 10 ml untuk dapat menghasilkan warna merah muda. Jadi, volume hasil titrasi berjumlah 20 ml.
Molaritas HCl 0,1 M dan molaritas NaOH 0,1 M,ternyata setelah dititrasi molaritasnya tetap. Warna larutan HCl bening dan larutan NaOH bening,setelah dititrasi warnanya menjadi merah muda.

2.      Perhitungan
-          nA.VA.MA = nB.VB.MB
1 . 10 . MA = 1 . 10 . 0,1
            10MA = 1
                MA = 0,1 M

-          Mcamp = M1 . V1  + M2 . V2
                       V1 +  V2
           = 0,1 . 10 + 0,1 . 10
                      10 + 10
           =   2
               20
          = 0,1 M

H.     PEMBAHASAN
Volume HCl 10 ml dicampur dengan 10 tetes fenolftalein. Kemudian campuran dari larutan HCl dan fenolftalein dititrasi dengan larutan NaOH untuk menghasilkan warna merah muda. Dari 50 ml larutan NaOH hanya dibutuhkan 10 ml untuk dapat menghasilkan warna merah muda. Jadi, volume hasil titrasi berjumlah 20 ml.
Molaritas HCl 0,1 M dan molaritas NaOH 0,1 M,ternyata setelah dititrasi molaritasnya tetap. Warna larutan HCl bening dan larutan NaOH bening,setelah dititrasi warnanya menjadi merah muda.


Metode pengukuran konsentrasi larutan menggunakan metode titrasi (titrasi asam basa) yaitu suatu penambahan indicator warna pada larutan yang diuji, kemudian ditetesi dengan larutan yang merupakan kebalikan asam basanya. Jadi apabila larutan tersebut merupakan larutan asam maka harus diberikan basa sebagai larutan ujinya, begitupula sebaliknya.
Pemilihan metode ini dipakai karena merupakan metode yang sederhana dan sudah banyak digunakan dalam laboratorium maupun industry (riset dan pengembangan).


I.        SIMPULAN
Molaritas HCl yang di peroleh pada titrasi tersebut adalah sama dengan Molaritas NaOH.

DAFTAR PUSTAKA
Ebbing, Darrel D. 1990. General Chemistry 3rd Edition.Boston: Hougton Miffilin Company
Kitti, Sura. Kimia SMU edisi khusus 2003. Klaten: Intan Pariwara
Pietersz, A.T.DKK. ilmu Kimia 3 untuk SMA. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan,
              Balai  Pustaka, 1991.

1 komentar:

  1. Sangat membantu.. makasih yaa.. Also visit my blog :)
    http://tulisandarihatikecilku.blogspot.com/

    BalasHapus